Penurunan harga bahan bakar minyak dinantikan masyarakat karena berharap harga bahan pokok dan bahan-bahan kebutuhan lain ikut turun. Namun, kenyataannya, banyak perusahaan besar dan kecil di Indonesia yang enggan menurunkan harga produk meski harga minyak dunia turun.
Logikanya, penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) berdampak pada penurunan harga bahan pokok yang dibutuhkan sehari-hari. Karena ketika harga BBM naik, beberapa perusahaan menaikkan harga produknya dengan alasan harga BBM terkait langsung dengan biaya produksi.
Namun, ketika harga BBM turun harga produk tetap bertahan. Misalnya, gula pasir. Tahun 2015 harga jual di pengecer Rp 11.000 per kilogram dan awal 2016 naik menjadi Rp 13.000 per kg. Padahal, harga BBM sudah turun.
Mohon pertimbangan pemerintah untuk menurunkan harga bahan pokok karena sering menjadi pemicu setiap permasalahan ekonomi masyarakat. Semoga pemerintah segera menindaklanjuti dan mengawasi pelaksanaannya.
MOHAMAD A FAUZAN
Jalan Raya Samarang, Garut, Jawa Barat
Nasib Pulau Terpencil
Pulau Sumada adalah salah satu pulau terpencil di Indonesia yang jauh dari ibu kota Jakarta. Di pulau itu terdapat Kabupaten Sumba Timur, dengan ratusan jalan-jalan desa yang belum tersentuh aspal. Saat musim hujan, jalan rusak berat.
Tidak jelas apakah dana bantuan pusat setiap tahunnya cukup atau kurang. Yang jelas, tidak ada pengaspalan jalan.
Juga masalah komunikasi. Di Kecamatan Lewa Tidahu, Kabupaten Sumba Timur, NTT, belum ada tower untuk komunikasi telepon genggam. Akibatnya hubungan dengan dunia luar kurang lancar karena sinyal sangat lemah dan sering hilang.
Saya sebagai bagian dari masyarakat mengimbau perhatian dari pemerintah pusat.
PAUL KARANGGULIMU
Jalan Lai Hau Nomor 25, Lewa, Waingapu, Sumba
Keamanan Perumahan
Kawasan Perumahan Citra Indah (CI) Jonggol diminati banyak orang karena nama besar pengembangnya. CI Jonggol yang makin berkembang kemudian berubah nama menjadi Citra Indah City (CIC), dengan gerbang depan yang megah.
Sayangnya, masalah keamanan di kawasan ini tidak sekokoh gerbang depannya. Makin lama makin banyak tindak kriminal yang dialami warga. Pembobolan rumah dan pencurian sepeda motor sepertinya sudah jadi salam perkenalan bagi penghuni baru. Bahkan ada begal yang berani beraksi dengan membawa senjata tajam.
Saya mengalami pada Rabu (30/3) pukul 23.30. Tiba-tiba ban mobil kempis saat melintasi kawasan Rafflesia. Saat berhenti, saya ditodong empat orang dengan senjata tajam yang diarahkan ke perut. Mereka berhasil membawa kabur satu tas dari dalam mobil. Sungguh kejadian yang traumatik.
Saat lapor ke polisi, ternyata di lokasi yang sama ada laporan kejadian serupa dua minggu lalu. Kok bisa terulang? Usut punya usut waktu lapor ke pos keamanan CI, petugasnya bilang untuk wilayah sebesar CI dalam sekali jaga hanya ada 7 personel (di luar dari security cluster). Bahkan biaya bensin pun dijatah, dengan gaji seorang pegawai keamanan baru sekitar Rp 600.000/ bulan dan senior sekitar Rp 750.000/bulan.
Minimnya pengamanan juga membuat anak-anak di bawah umur bebas berseliweran membawa sepeda motor tanpa aturan, dan tempat pacaran di malam hari. Semua ini sudah pernah dilaporkan ke pihak pengelola, tetapi tidak ada respons.
Di luar masalah keamanan, ada masalah sampah yang menumpuk dan air yang hanya keluar pada jam-jam tertentu dan dengan kualitas yang buruk pula, terutama untuk klaster baru, seperti Rosela dan Catelya. Belum lagi masalah listrik yang sering mati tiba-tiba.
Semua permasalahan di atas sudah pernah disampaikan kepada pengelola. Namun, mereka hanya janji-janji dan tidak ditepati. Bahkan saya pribadi dijanjikan oleh pengelola CI untuk memperkuat keamanan di lingkungan, termasuk mengusut tuntas kejahatan yang terjadi dan menambah jumlah personel keamanan. Namun, itu pun tak ditepati.
Dengan surat pembaca ini, saya berharap ada perhatian dari para petinggi perusahaan pengembang CI agar membenahi semua masalah. Kami warga CI sangat mengharapkan tindak nyata.
SIGIT PAMUNGKAS
Bojong Nangka, Kelapa Dua, Tangerang
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 20 April 2016, di halaman 7 dengan judul "Surat Kepada Redaksi".

Tidak ada komentar:
Posting Komentar