Saya membaca berita di harian Kompas hari Kamis, 7 April 2016, di halaman 3 dengan judul "Tabloid 'Kabar Nawacita' Diterbitkan". Juga dengan tujuan membangun optimisme bangsa Indonesia, saya dengan ini mengusulkan kepada Kompas agar menyisihkan halamannya untuk artikel tematis yang terkait dengan pencapaian Kabinet Kerja.
Artikel-artikel baru itu di antaranya menginformasikan semua daftar rencana proyek pemerintahan JKW-JK yang akan dilaksanakan, seperti jalur kereta api di Papua. Juga semua daftar nama dan detail teknik proyek-proyek pemerintah JKW-JK soal pembangunan infrastruktur se-Indonesia saat ini, seperti bendungan dan pembangkit listrik.
Pemerintah juga perlu menginformasikan data proyek per provinsi, per kabupaten, termasuk sasaran yang ingin di capai, hambatan, dan setiap kemajuan yang diperoleh.
Selanjutnya, sebagai bagian dari pertanggungjawaban kepada publik, pemerintah dengan bantuan media bisa menginformasikan semua proyek yang telah selesai dan diresmikan, termasuk informasi terkait dengan lainnya.
Saya percaya bagian Litbang Kompas bisa mengetahui maksud saya dan mengeksekusinya menjadi informasi yang menarik buat pembaca. Kehadiran artikel tersebut dapat di buat per dua mingguan atau per bulan, tergantung dari adanya proyek baru ataupun perkembangannya. Sebagai bandingan, tabloid "Kabar Nawacita" akan terbit setiap dua bulan.
Sebagai anak bangsa, optimisme dapat dibangun melalui artikel ini untuk melawan berita-berita kasus korupsi, penggelapan pajak, kasus kriminal, dan kasus narkoba yang makin menguasai media ataupun harian Kompas.
DJOKO MADURIANTO SUNARTO
Gedongkiwo MJ1, Mantrijeron, Yogyakarta 55142
Catatan Redaksi:
Terima kasih atas sumbang saran Anda.
Kecewa kepada Lembaga Kursus
Sejak 15 Agustus 2015, saya menjadi siswa lembaga kursus bahasa ILC. Saya ikut kelas privat untuk 60 pertemuan (session) dengan pengajar native speaker. Biaya saat itu Rp 22,5 juta.
Saat pendaftaran, saya dilayani petugas penjualan (sales) bernama Koko untuk kelas di Lippomall Puri St Moritz. Awalnya, janji untuk segera menghubungi manis sekali. Tetapi, saya mulai curiga ketika dalam pelaksanaan kelas pertama pun sudah ada yang tidak beres. Misalnya, janji bahwa guru (orang Amerika bernama Ian) akan menelepon saya ternyata tidak ditepati. Setelah saya menyampaikan keluhan, baru Ian menghubungi saya.
Tidak lama setelah itu, ILC Puri St Moritz ditutup karena, katanya, ada tunggakan sewa tempat. Para siswa kursus di sana diminta menghubungi ILC di nomor 021-29201115. Akhirnya saya tetap dapat melanjutkan kursus privat dengan Ian sebagai guru. Lokasi kelas ditentukan sesuai janji dengan saya.
Kursus menjadi bermasalah karena Ian menginformasikan akan cuti sekitar 10 minggu dan guru pengganti akan menghubungi saya. Namun, setelah 1,5 bulan menunggu, belum juga ada kabar dari ILC. Setiap kali dihubungi, ILC hanya memberi janji surga.
Saya menunggu penyelesaian dari pihak ILC dan mengembalikan biaya kursus yang belum saya gunakan (refund).
IVY
Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat
Layanan Internet Buruk
Saya sudah lelah tiap hari menelepon ke 147 dan empat hari sekali datang ke Plaza Telkom untuk mengadukan bahwa internet di rumah, Jalan Kayu Putih Utara I/64, Jaktim, tidak berfungsi sejak 31 Maret 2016.
Sesuai yang dijanjikan, pada 8 April 2016 datang dua teknisi. Namun, setelah mereka bekerja dua jam, hasilnya internet tetap tidak berfungsi. Teknisi datang lagi pada 9 April dan bekerja selama satu jam tanpa hasil.
Saya lalu didiamkan, hingga saya merasa harus datang ke Plaza Telkom pada 14 april 2016. Di Plaza Telkom, petugas meminta waktu 1 x 24 jam. Namun, setelah menunggu lebih dari 24 jam, tidak ada petugas yang datang.
Saya ingin tanyakan, mengapa Telkom bisa membuat janji, tapi tidak bisa menepatinya? Saya butuh internet dan merasa sangat dipermainkan oleh Indihome.
Mohon perhatian Indihome. Berikan kepuasan pelanggan atau Anda akan kehilangan mereka. Apabila belum siap, jangan menawarkan layanan internet.
SUTJI HARTANTI
Jalan Kayu Putih Utara I/64 Jaktim
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 21 April 2016, di halaman 7 dengan judul "Surat Kepada Redaksi".

Tidak ada komentar:
Posting Komentar