Cari Blog Ini

Bidvertiser

Selasa, 12 April 2016

TAJUK RENCANA: Membangun Kereta Api (Kompas)

Kereta api dianggap sebagai moda transportasi darat yang lebih efisien daripada kendaraan bermotor untuk pengangkutan massal orang dan barang.

Meskipun kita menunggu terlalu lama, akhirnya Jawa bagian barat dan timur terhubung juga oleh jaringan kereta api berjalur ganda sejak dua tahun lalu.

Dampak yang segera terasa adalah meningkatnya jumlah perjalanan kereta api. Dengan demikian meningkat pula jumlah perjalanan orang dan barang.

Pada sisi lain, muncul keluhan bertambahnya jumlah perjalanan kereta api meningkatkan kemacetan lalu lintas jalan raya di kota-kota yang dilalui kereta api ketika bersentuhan melalui pelintasan sebidang. Ini mengingatkan kita, pembangunan tidak dapat parsial, tetapi harus menyeluruh. Reaksi yang timbul akibat suatu aksi harus dapat dikendalikan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan adil oleh seluruh masyarakat.

Manfaat positif dari terbangunnya jalur kereta api terhadap perekonomian sangat besar. Hal ini sudah dibuktikan oleh banyak negara, seperti Rusia, Tiongkok, Amerika Serikat, bahkan negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand.

Pengangkutan barang secara massal melalui kereta api mengurangi beban pengangkutan melalui jalan raya sehingga menurunkan kemacetan dan seharusnya juga menurunkan biaya logistik secara keseluruhan.

Dampak lain, mendorong pariwisata ketika ketepatan waktu dan kenyamanan lebih terjamin, seperti terjadi di Jepang dan Eropa Barat akibat layanan kereta cepat. Di Jawa, dampak terjaminnya ketepatan waktu dan kenyamanan layanan kereta api juga terasa di kota di mana terdapat stasiun kereta api dan sebelumnya tidak menarik minat wisatawan, seperti Bojonegoro.

Semua itu mengandaikan jaringan kereta api bekerja efisien melalui pengelolaan yang profesional dan berkelanjutan. Teknologi kereta api terus berkembang dan penguasaan teknologi harus berjalan untuk menjawab kebutuhan zaman, terutama untuk mengangkut komoditas bernilai ekonomi tinggi. Hal tersebut mensyaratkan kemampuan manajemen dan visi ke depan, termasuk mempersiapkan kereta cepat.

Kita telah melihat, kereta api yang dikelola dengan cukup baik saat ini berhasil mengajarkan disiplin waktu dan budaya antre kepada masyarakat. Ke depan kita mengharapkan jaringan kereta api, termasuk tersedianya jalur ganda, meningkatkan daya saing logistik nasional.

Pertanyaan tentang memilih antara membangun jalur kereta api dan ada pusat pertumbuhan ekonomi semakin terasa kurang relevan jika jaringan kereta api kita lihat juga sebagai pemersatu kawasan.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 12 April 2016, di halaman 6 dengan judul "Membangun Kereta Api".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger