Cari Blog Ini

Bidvertiser

Kamis, 09 Juni 2016

Rumah Raden Saleh//Sakit Tumor//Petugas Bertikai//Paket Wanprestasi (Surat Pembaca Kompas)

Rumah Raden Saleh

Ketika Bapak Joko Widodo masih menjadi Gubernur DKI Jakarta, tahun 2014, ia melakukan kunjungan kerja ke Pusat Kesenian Jakarta-Taman Ismail Marzuki. Saat itu, ia sangat memperhatikan artefak sejarah berupa rumah peninggalan Raden Saleh, pelukis masyhur abad ke-l9.

Peninggalan Raden Saleh yang lain, terkait dengan bangunan rumah tinggal, yaitu kebun binatang dan kebun botani, telah dipersembahkan kepada masyarakat seniman oleh Gubernur DKI Ali Sadikin (1966-1977) dan empat Ketua DPRDGR waktu itu menjadi Pusat Kesenian Jakarta-TIM. Kebun binatang dipindahkan ke Ragunan.

Rumah Raden Saleh yang dibangun pada 1852 itu kini berada dalam Kompleks Rumah Sakit PGI Cikini yang berlokasi di Jalan Raden Saleh, dengan luas 5,7 hektar. Saat Perang Dunia II, kawasan rumah besar Raden Saleh itu diubah menjadi Koningin Emma Hospitaal atau Queen Emma Hospital, kemudian menjadi RS PGI Cikini.

Saat menengok rumah Raden Saleh, Bapak Jokowi waktu itu didampingi Arie Budiman (Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan), Wagiono Sunarto (Rektor IKJ), Bambang Subekti (Kepala BP TIM), beberapa dosen dan karyawan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin; dan saya, Sri Warso Wahono, selaku konsultan artistik TIM.

Bapak Jokowi memperhatikan usulan untuk mengintegrasikan kembali kastil Raden Saleh dengan TIM, dengan membuat koridor jalan tembus demi pengembangan pariwisata sejarah serta perlindungan cagar budaya.

Sayang, setelah Bapak Jokowi menjadi Presiden, agenda tersebut seperti terlupakan. Di sebelah TIM menuju kastil Raden Saleh bahkan sudah berdiri apartemen yang menjulang tinggi. Sejarah rupanya kalah dan tergusur oleh pragmatisme dan komersialisme.

Semoga masih ada jalan untuk mempertahankan dan mengintegrasikan rumah Raden Saleh dengan TIM.

SRI WARSO WAHONO

Jl Kemanggisan Ilir III, Jakarta 11480

Sakit Tumor

Ibu kandung saya berusia 52 tahun dan sedang sakit tumor parah di Jakarta. Sekarang kondisinya seperti orang hamil tua.

Ibu saya sudah berobat dua bulan lebih dan akhirnya dirujuk ke RS Fatmawati karena rumah sakit di Tangerang Selatan tidak sanggup lagi menanganinya.

Sekarang ibu saya sudah sebulan lebih bolak-balik naik angkot untuk periksa darah, USG, dan jantung. Saya ingin tahu, mengapa dengan kondisi yang sudah sedemikian parah tidak segera dioperasi?

Saya tidak tinggal di Jakarta dan ini menjadi kendala komunikasi soal penyakit ibu. Namun, saya mohon kepada RS Fatmawati untuk segera bertindak menyelamatkan ibu saya yang bernama Marwiyah, tinggal di Jalan Mirah IV, Blok U, Ciputat.

ANDRI FERDIANA

HOS Cokroaminoto Gang 7, Pekalongan

Petugas Bertikai

Pada 10 Mei 2016 saya mengirim paket pos ke Kantor Pos Tanah Abang. Tiba-tiba terjadi keributan antara petugas loket dan seorang temannya.

Dari teriakan yang saya dengar, saya menduga petugas loket itu berutang kepada temannya. Sudah selayaknya saat melayani pelanggan petugas loket tidak boleh bertikai dan wajib berperilaku ramah dan sopan.

NOVA RAMADHANI

Cipinang Muara III, Jatinegara, Jakarta Timur

Paket Wanprestasi

Rabu, 25 Mei 2016, saya mengirim paket berisi baju dengan JNE YES (Yakin Esok Sampai) dari Magelang ke Tangerang. Harapannya, paket bisa diterima klien pada Kamis (26/5) karena baju akan dipakai pada Jumat (27/5).

Namun, sampai Jumat siang paket belum juga sampai ke alamat penerima. Klien saya berkali-kali menghubungi layanan pelanggan JNE, dijawab mungkin barang masih di Magelang. Dari Magelang saya juga berkali-kali menghubungi kantor JNE. Mereka berjanji mengabari setelah paket ditemukan. Kenyataannya, tidak ada kabar.

Baju yang tadinya akan dikenakan menghadiri acara penting ternyata tidak tiba. Tidak ada kejelasan sama sekali dari JNE.

Kejadian ini sungguh menguras tenaga dan emosi karena saya harus berulang kali menelepon JNE tanpa respons positif.

Akhirnya paket tiba Minggu (29/5) setelah semua acara terlewatkan. Sungguh pengalaman yang sangat mengecewakan.

AMELIA

Jl Sunan Bonang lll Magelang 56123

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 9 Juni 2016, di halaman 7 dengan judul "Surat Kepada Redaksi".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger