Cari Blog Ini

Bidvertiser

Rabu, 16 November 2016

TAJUK RENCANA: Bencana Dapat Dihindari (Kompas)

Hujan deras musim pancaroba saat ini sudah mengambil korban jiwa dan merugikan secara materiil. Saatnya kita kembali menghargai alam.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyebutkan, tahun ini wilayah Indonesia mengalami La Nina yang ditandai oleh curah hujan ekstra tinggi. La Nina biasanya mengikuti fenomena El Nino yang terjadi tahun lalu dengan ciri musim kemarau panjang dan kering.

Hari Minggu (13/11), empat orang tewas di kawasan Lembang, Jawa Barat, ketika mobil yang mereka tumpangi terseret longsor. Hujan juga menyebabkan banjir di Kota dan Kabupaten Bandung, merendam sebagian jalan tol dan perumahan di Karawang, Jawa Barat, serta merendam sebagian kawasan permukiman di perbatasan Jakarta dan Tangerang. Sebelumnya, pada 20 September, banjir bandang menyergap Kabupaten Garut yang mengambil korban puluhan jiwa. Beberapa saksi mengatakan, bencana seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Sepanjang tahun 2016 terjadi puluhan bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Willem Rampangilei menyebut, 80 persen bencana berupa banjir dan longsor. Jika dinilai, kerugian harta benda materi setara Rp 30 triliun-Rp 40 triliun, terbesar di ASEAN.

Bencana banjir dan longsor sebagian besar disebabkan kegiatan manusia. Harian Kompas berulang kali memberitakan, daerah aliran sungai kehilangan kemampuannya menampung air hujan karena perubahan fungsi menjadi lahan pertanian hingga kawasan perumahan dan industri.

Sejak tahun 1980-an kita telah diingatkan, pembangunan yang mengejar hanya pertumbuhan menimbulkan biaya lingkungan. Jika dihitung, biaya tersebut justru menyebabkan kerugian ekonomi lebih besar daripada hasil yang dicapai pertumbuhan tersebut.

Peringatan tersebut kurang mendapat perhatian dan kita terus menuai hasilnya hingga saat ini berupa bencana banjir dan longsor yang semakin kerap terjadi. Dampaknya terhadap pembangunan sangat luas, antara lain, memengaruhi daya saing perekonomian kita dan menurunkan kualitas hidup masyarakat.

Bencana itu dapat dihindari jika pemerintah pusat dan daerah bersungguh-sungguh. Pertama-tama, membuat perencanaan tata ruang dan wilayah yang baik dan benar serta mematuhi tanpa kompromi. Dalam pelaksanaan, tarikan sejumlah kepentingan harus dapat dikendalikan.

Kita juga perlu lebih serius mengendalikan pertumbuhan penduduk yang sejak reformasi nyaris terabaikan. Pembangunan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di luar Jawa dengan perencanaan lingkungan yang baik harus dilakukan lebih cepat dan serius. Kunci semua itu adalah komitmen pemerintah dan penegakan hukum.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 16 November 2016, di halaman 6 dengan judul "Bencana Dapat Dihindari".


Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger