Cari Blog Ini

Bidvertiser

Sabtu, 12 November 2016

TAJUK RENCANA: Tak Mudah Merebut Mosul (Kompas)

Tewasnya Mahmoud Shukri al Nuaimi dalam serbuan pasukan Irak dan sekutu tidak berarti perang untuk merebut kota Mosul makin mudah.

Meninggalnya Nuaimi atau yang akrab dipanggil Sheikh Faris telah dikonfirmasi Negara Islam di Irak (NIIS) dan Suriah. Nuaimi, salah satu pemimpin senior NIIS, juga disebut-sebut sebagai salah satu pentolan intelijen pada masa kejayaan rezim Presiden Irak Saddam Hussein.

Setelah pasukan sekutu meluncurkan kampanye kembali merebut Mosul, tiga pekan lalu, kota kedua terbesar di Irak itu praktis sudah terkepung. Namun, diperkirakan terdapat 100.000 pejuang NIIS di dalam kota sehingga hanya bagian timur Mosul yang sekarang dikuasai pasukan sekutu.

Para milisi NIIS merusak bandara Mosul dengan membuat parit di landasan pacu dan merusak bangunan sehingga pesawat tidak bisa mendarat. Pemerintah Irak menyatakan, kawasan Nimrud di bagian selatan Mosul juga dibuldoser untuk merusak simbol Islam Sunni.

Pertempuran terjadi di hampir semua wilayah Mosul. Seperti dilaporkanKompas, Kamis (11/11), para milisi yang terlatih dan brutal kerap membaur dengan warga sipil, mengandalkan penembak runduk, menyerang pada malam hari, serta memanfaatkan terowongan dalam melancarkan serangan.

Bahkan, saksi mata menyatakan, milisi NIIS menempatkan mobil penuh bom di antara rumah warga di kawasan Al Baker, Aden, dan Intisar, bagian timur Mosul. Saksi mata juga menyatakan, tujuh orang dieksekusi mati oleh NIIS karena dianggap bekerja sama dengan militer Pemerintah Irak.

Puluhan mayat diletakkan di persimpangan jalan sebagai peringatan kepada penduduk setempat agar tidak berkolaborasi dengan pemerintah. Saksi mata juga menjelaskan, pemimpin milisi sengat menempatkan pejuang muda untuk bertempur dengan pasukan Irak.

Namun, Amnesty International melaporkan, pasukan Irak melakukan kekerasan dan penyiksaan terhadap sedikitnya enam warga Mosul. Pemerintah Irak menganggap mereka bekerja sama dengan NIIS.

Upaya merebut kota Mosul dari NIIS ternyata jauh lebih berat dari yang diperkirakan. Selain menggunakan manusia sebagai tameng hidup, NIIS juga berbaur dengan warga dan menempatkan penembak jitu di banyak tempat. Pasukan Irak akan kembali melakukan serangan hari ini dari kawasan Al Samah ke wilayah Karkukli. Tidak ada pihak yang dapat memastikan sampai kapan pasukan Irak dapat merebut sepenuhnya kota Mosul dari NIIS. Kita berharap pertempuran tidak banyak memakan korban sipil.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 12 November 2016, di halaman 6 dengan judul "Tak Mudah Merebut Mosul".


Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger