
Malcolm Turnbull
Australia memiliki perdana menteri baru setelah Scott Morrison memenangi pemungutan suara dalam rapat internal Partai Liberal, kemarin.
Morrison mengalahkan mantan Menteri Dalam Negeri Peter Dutton dengan perolehan 45 berbanding 40 suara. Pemungutan suara tersebut merupakan kelanjutan dari gonjang-ganjing politik di Australia yang memanas sejak awal pekan ini.
Malcolm Turnbull, perdana menteri sebelumnya, selama ini memang mengalami perlawanan dari sesama anggota Partai Liberal, terutama kubu konservatif yang tokohnya antara lain Tony Abbott, PM Australia 2013-2015. Perbedaan pandangan dalam sejumlah isu, seperti energi, iklim, dan perkawinan sesama jenis, menjadi sumber pertikaian kedua kubu.
Upaya Turnbull pada awal pekan ini untuk mengurangi tekanan kelompok konservatif di partai yang dipimpinnya tak membuahkan hasil. Langkahnya mencabut target pengurangan emisi dalam rencana energi nasional tidak mampu membuat penentangnya puas. Bahkan, pada Selasa silam, salah satu penentangnya, Peter Dutton, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri, meminta diadakan rapat internal pemungutan suara untuk mengganti pemimpin partai (leadership spill). Meski Dutton kalah dengan 35 suara (Turnbull menang dengan 48 suara), ketegangan tidak mereda.
Dutton bahkan memperoleh 43 tanda tangan anggota partai yang mendukung diadakannya kembali pemungutan suara Jumat kemarin. Sesuai dengan apa yang dijanjikannya, jika jumlah tanda tangan itu diperoleh oleh Dutton, Turnbull tidak mengikuti kontestasi dan mundur sebagai pemimpin partai. Perebutan kursi pemimpin partai yang juga diikuti oleh Menlu Julie Bishop pada putaran pertama akhirnya dimenangi Morrison di tahap akhir.
Ada kalangan melihat Morrison sebagai sosok penengah antara kelompok "garis keras" yang antara lain meliputi Dutton serta Abbott dan kubu moderat yang diwakili Turnbull. Meski demikian, apa yang terjadi di Australia dinilai tetap bisa dilihat bahwa ada fenomena politik negara itu kian bergerak ke kanan seiring dengan gerakan bandul politik di Eropa. Di benua ini, partai- partai ekstrem kanan yang biasanya tak mendapat jumlah suara berarti di sejumlah negara kini menempati posisi lebih penting. Isu penanganan pengungsi dan pencari suaka menjadi salah satu kunci peningkatan perolehan suara mereka.
Dalam isu pengungsi, Morrison saat menjabat Menteri Imigrasi di bawah PM Abbott pada 2013 mulai menjalankan kebijakan "memutar balik" perahu pencari suaka yang hendak menuju Australia. Dengan kebijakan ini, perahu-perahu pengungsi dipaksa putar arah, masuk ke perairan Indonesia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar