Di tengah situasi politik yang menghangat akibat munculnya sejumlah berita palsu (hoaks) dan fitnah di media sosial yang mengarah pada ujaran kebencian (hate speech) antarpendukung, debat antarcapres dan cawapres ini diharapkan menjadi media efektif untuk mencerdaskan rakyat.

Lebih dari itu, debat diharapkan dapat menjadi kanal bagi setiap capres dan cawapres untuk meyakinkan rakyat bahwa mereka akan berkompetisi dalam pilpres secara damai dan beradab.

Urgensitas debat

Sesungguhnya kampanye melalui sarana debat adalah untuk mengimplementasikan konsep JJ Rousseau (1712-1778) tentang Du Contract Social (kontrak sosial). Pola ini akan dapat dijadikan ajang bagi setiap capres dan cawapres untuk menentukan dan memahami kehendak serta kebutuhan rakyat yang berkontrak secara tidak langsung dengannya.

Melalui debat, pemimpin politik dan warga negara diberi otoritas yang luas untuk menetapkan skala prioritas kebijakan publik sesuai dengan kebutuhannya. Jadi, debat itu sendiri tidak dimaksudkan untuk mendefinisikan salah atau benarnya pandangan dan cita-cita yang dimiliki seorang capres dan cawapres, tetapi untuk merangkum kehendak publik dan kebutuhannya.

DIDIE SW

debat capres 2019, jokowi, prabowo, debat pemilu, damai, pemilu damai, dua calon, pasangan calon damai

Debat berkorelasi positif terhadap konsensus antara warga dengan capres dan cawapres. Karena itu, capres dan cawapres tidak boleh tercerabut dari akar masalah yang membelit rakyat dan budaya politiknya.

Maka, program yang ditawarkan merupakan koherensi dan sinkronisasi kehendak antara publik dengan capres dan cawapres. Debat juga akan dapat memperpendek jarak antara pemimpin dan rakyat, sekaligus mereduksi kesenjangan cita-cita antara pemimpin dan realitas rakyatnya.

Budaya demokrasi senantiasa mengandaikan bentuk masyarakat modern yang dicirikan oleh rasionalitas dalam memilih pemimpin politik. Debat akan menciptakan atmosfer kondusif bagi rakyat untuk menggunakan rasionalitas lewat adu gagasan dan uji program pemimpin politiknya.

Debat juga akan mendorong rakyat untuk terhindar dari berbagai bentuk agitasi-provokasi, mistifikasi, dan kultus individu yang berbasis suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Ini semua merupakan seteru demokrasi. Debat, dengan demikian, akan mendidik publik untuk berpikir kritis, yang tak lain merupakan inti pendidikan politik kewarganegaraan (civic education).

Pilpres damai

Menurut Sydney Kraus, dalam Winner of the First 1960: Televised Presidential Debate between Kennedy and Nixon (1996), betapa pentingnya menginformasikan gagasan, pesan, visi, misi, dan program pemimpin politik disebarluaskan melalui wacana debat. Dalam konteks Pilpres 2019, debat ditujukan agar rakyat yakin bahwa pilpres mendatang akan berlangsung damai dan beradab.

Sebab, dalam debat di antara kedua pemimpin politik yang tengah berkompetisi itu, publik dapat membaca gestur, pandangan, dan sikap politiknya terhadap isu-isu sensitif yang menjadi perhatian dan kebutuhan rakyat.

Maka, pilpres damai dan beradab kelak tak hanya tertulis di slogan-slogan media sosial yang didesain oleh para tim kampanye dan elite parpol pendukungnya, tetapi juga dalam tutur kata, program dan janji politik capres dan cawapres melalui debat.

Pengaturan debat

Agar debat antarcapres dan cawapres berkualitas, KPU perlu menyusun aneka pengaturan teknis secara rigid dan berkepastian hukum. Pertama, pengaturan tentang tata cara debat dengan mengedepankan keadilan berdebat antara capres dan cawapres.

Kedua, menentukan tema atau materi debat yang signifikan dengan kebutuhan dan kepentingan rakyat saat ini dan di masa mendatang.

Ketiga, menentukan waktu dan durasi debat, berikut pertanyaan yang tepat dan tak diskriminatif.

Keempat, menentukan model dan waktu penyiaran melalui semua media dan kanal yang dapat diakses oleh seluruh rakyat di pelosok negeri.

Kelima, menentukan pilihan moderator dan panelis yang kompeten dengan isu-isu debat dan memastikan tidak berpihak kepada salah satu capres dan cawapres.

Keenam, pertanyaan harus bebas dan bias kepentingan politik sesaat serta berniat baik, bukan permusuhan.