
Anastasia Joice Tauris Santi, wartawan Kompas
Arus kas keluarga berasal, antara lain, dari penerimaan gaji bulanan jika kepala atau anggota keluarga adalah karyawan. Bisa juga berasal dari pembayaran properti milik keluarga yang disewakan, seperti kos-kosan atau kontrakan. Atau dari laba yang diperoleh dari hasil berwirausaha.
Banyak sumber yang dapat menghasilkan arus kas. Salah yang dapat diandalkan adalah pembagian kupon bunga dari obligasi.
Obligasi ritel membagikan kupon bunga satu bulan satu kali. Sementara untuk obligasi korporasi, ada yang membagikan kupon bunga secara triwulanan. Obligasi dikatakan sebagai pendapatan tetap karena secara teratur memberikan pendapatan berupa kupon bunga.
Kupon bunga itu sudah tetap, seperti yang dijanjikan penerbit obligasi, baik perusahaan maupun pemerintah. Berbeda dengan harga saham yang berfluktuasi, obligasi lebih dapat diandalkan untuk memberikan penghasilan secara teratur.

Penawaran investasi Obligasi Negara Ritel seri ORI 016 dari laman Kementerian Keuangan, di Jakarta, Minggu (6/10/2019). Obligasi Negara Ritel merupakan salah satu instrumen Surat Berharga Negara yang ditawarkan pemerintah kepada individu atau perseorangan warga negara Indonesia melalui mitra distribusi di pasar perdana. Kupon obligasi negara ritel Indonesia seri 016 ditetapkan 6,8 persen dan ditawarkan hingga 24 Oktober 2019.
Sampai jatuh temponya, kupon yang dibayarkan tetap. Bahkan, untuk obligasi berkupon bunga mengambang, pembayaran obligasi tetap berada dalam kisaran yang telah dijanjikan sebelumnya.
Obligasi ritel pemerintah merupakan salah satu instrumen investasi yang aman. Baik dana pokok maupun kupon bunga yang dijanjikan sudah dijamin pemerintah.
Baca juga: Mengenal Obligasi Ritel
Salah satu varian obligasi ritel yang ditawarkan pemerintah pekan ini adalah Obligasi Ritel Republik Indonesia seri ke 16 (ORI016). Suku bunga yang ditawarkan sebesar 6,8 persen per tahun.
ORI016 akan jatuh tempo pada 15 Oktober 2022. Minimal pembeliannya sebesar Rp 1 juta saja. Obligasi ritel pemerintah tidak ditawarkan setiap saat. ORI016 ditawarkan pada periode 2-24 Oktober ini. ORI016 dapat dibeli di bank juga lewat daring. Sekitar 52 persen investor obligasi pemerintah adalah anak muda yang berusia hingga 35 tahun.

Penawaran investasi Obligasi Negara Ritel seri ORI 016 dari Mandiri Sekuritas, di Jakarta, Minggu (6/10/2019). Obligasi Negara Ritel merupakan salah satu instrumen Surat Berharga Negara yang ditawarkan pemerintah kepada individu atau perseorangan warga negara Indonesia melalui mitra distribusi di pasar perdana. Kupon obligasi negara ritel Indonesia seri 016 ditetapkan 6,8 persen ditawarkan hingga 24 Oktober 2019.
Simulasi
Berapa dana bulanan yang kita peroleh dari investasi pada obligasi ritel ini? Pajak pendapatan pada obligasi ritel sebesar 15 persen, lebih rendah dari pajak pendapatan deposito yang sebesar 20 persen. Dengan membeli obligasi sebesar Rp 10 juta, kupon bunga tahunan yang akan didapatkan sebesar Rp 10 juta x 6,8 persen= Rp 680.000, dikurangi pajak sebesar 15 persen sehingga diperoleh pendapatan bersih sebesar Rp 578.000 per tahun atau Rp 48.166 per bulan.
Memperoleh arus kas bulanan sangat penting bagi mereka yang sudah pensiun. Biaya hidup setelah pensiun tidak jauh berbeda dengan biaya hidup sebelum pensiun. Beberapa pengeluaran, seperti biaya transportasi ke kantor, mungkin berkurang, tetapi biaya kesehatan akan meningkat.
Baca juga: Timbang-timbang Sebelum Pensiun Dini
Sementara itu, hampir dapat dipastikan, tunjangan pensiun dari perusahaan maupun dari program pemerintah tidak dapat sepenuhnya menyamai gaji yang pernah diterima setiap bulannya ketika masih produktif sehingga tentu masih ada selisih kurang dari penerimaan normal.
Selisih kurang ini dapat dipenuhi dari investasi pada instrumen yang aman. Oleh karena mengutamakan keamanan, tentu imbal hasil yang diharapkan tidak dapat terlalu tinggi. Ketika pensiun, biasanya perusahaan memberikan sejumlah pesangon. Pesangon ini dapat dijadikan modal untuk berinvestasi dan hasilnya dijadikan pengganti arus kas yang biasa diperoleh dari gaji bulanan.

Stan pameran dari pensiunan aparatur sipil negara yang dipamerkan dalam Program Wirausaha ASN dan Pensiunan di Sentul International Convention Center, Bogor, Rabu (16/1/2019). Program Wirausaha ASN dan Pensiunan sebagai ajang untuk menyiapkan ASN agar bisa berwirausaha setelah pensiun serta menampilkan produk-produk yang dihasilkan pensiunan ASN. Kegiatan ini dihadiri Presiden Joko Widodo.
Bagaimana dengan berbisnis setelah pensiun? Sebagian perusahaan mengajarkan karyawan yang akan pensiun untuk berbisnis dalam waktu singkat. Tetapi, mengubah pola pikir karyawan yang sudah dijalani selama 20-30 tahun untuk menjadi pengusaha dalam waktu 6 bulan tentu tidak mudah.
Belum lagi risiko kegagalan bisnis. Sementara arus kas bulanan sangat diperlukan. Menaruh dana pesangon pada deposito, obligasi ritel, atau reksadana pasar uang dapat memberikan arus kas yang stabil walaupun imbal hasilnya tidak terlalu besar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar