Cari Blog Ini

Bidvertiser

Rabu, 11 Maret 2015

Tajuk Rencana: 16 WNI yang Hilang Masih Dicari (Kompas)

Pemerintah Indonesia terus mencari 16 warga negara Indonesia yang menghilang saat mengikuti rombongan wisata di Turki.

Kementerian Luar Negeri mengirimkan tim khusus ke Turki untuk melacak keberadaan ke-16 WNI itu. Ada dugaan, ke-16 WNI itu secara sengaja menghilang karena hingga kini belum ada anggota keluarga dari ke-16 WNI yang hilang tersebut melaporkan kehilangan anggota keluarganya. Namun, motif di belakang menghilangnya mereka belum diketahui.

Ke-16 WNI yang menghilang itu merupakan bagian dari 24 WNI yang berpartisipasi dalam travel umrah Smailing Tour yang tiba di Turki pada 24 Februari. Ke-16 WNI itu tidak bergabung kembali dengan rombongan, hingga rombongan tiba di Indonesia pada 4 Maret.

Di antara ke-16 WNI yang memisahkan diri itu terdapat 2 bayi, masing-masing berusia 1 tahun dan 2 tahun; 4 anak, masing-masing berusia 4 tahun, 6 tahun, 7 tahun, dan 9 tahun; serta seorang remaja 17 tahun. Dari ke-16 WNI itu tercatat 5 orang pemegang paspor yang diterbitkan di Surakarta, Jawa Tengah, dan 11 orang pemegang paspor yang diterbitkan di Surabaya, Jawa Timur.

Pemandu wisata yang menyertai rombongan itu langsung mengontak Konsulat Jenderal RI di Istanbul setelah ke-16 WNI itu tidak lagi kembali untuk bergabung dalam rombongan. Konjen RI di Istanbul langsung mengontak kepolisian Turki untuk meminta bantuan. Dari keterangan yang diberikan kepolisian Turki, diduga kuat ke-16 WNI itu melanjutkan perjalanan menuju Suriah.

Akibatnya, muncul dugaan bahwa ke-16 WNI itu bergabung dengan Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS). Namun, dugaan itu dibantah Wakil Presiden Jusuf Kalla. "Saya lihat sekeluarga dengan anak kecil, bagaimana mau masuk NIIS di daerah konflik seperti itu. Saya tidak yakin mereka masuk NIIS. Kalau mau jihad, pasti tidak bawa anak kecil dan istri," ujar Kalla di kantornya.

Namun, jika mau jujur, sesungguhnya informasi yang dimiliki pada saat ini sangat sedikit sehingga masih sulit untuk memastikan motif menghilangnya ke-16 WNI itu. Ada banyak sekali kemungkinan yang dapat terjadi terhadap ke-16 WNI itu.

Saat ini, komunikasi sangat mudah dilakukan sehingga sulit untuk percaya bahwa jika terjadi sesuatu pada mereka, mereka tidak segera menghubungi keluarga atau pemandu wisata yang mendampingi mereka.

Kita berharap tim khusus yang dikirim Kementerian Luar Negeri dapat melacak keberadaan ke-16 WNI itu dalam waktu tidak terlalu lama. Pada saat yang sama, kita juga berharap ke-16 WNI itu berada dalam keadaan sehat dan selamat, di mana pun kini mereka berada dan apa pun motivasi mereka untuk tidak bergabung dengan rombongan wisata mereka.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 11 Maret 2015, di halaman 6 dengan judul "16 WNI yang Hilang Masih Dicari".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger