Cari Blog Ini

Bidvertiser

Sabtu, 20 Juni 2015

Awas Musang Berbulu Domba (TOSMAN)

Pada rubrik Pojok Kompas (10/6), halaman 6, tersua sindiran: "Pansel KPK mengantongi sejumlah nama calon pimpinan KPK/Awas ada musang berbulu domba." Masuk akal peringatan itu karena ada kalanya muncul musangnya pada menit terakhir dan sudah terlambat. Sering pula musangnya belum terlihat dalam rekam jejak.

Dalam kasus-kasus para musang yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kita melihat bahwa pada mulanya mereka domba-domba yang masih menjadi idola khalayak, baru kemudian muncul musangnya. Memang ada beberapa yang tidak muncul musangnya karena belum saatnya. Saatnya itu adalah ketika mereka berani berkata: wani piro, "berani berapa".

Menurut Sigmund Freud,tokoh psikologi itu, perilaku predator menyangkut dua jalur: lapar perut dan lapar seksual. Calon pemimpin KPK harus bebas dari dua jalur perilaku itu. Kedua jalur perilaku itu tak akan terlacak lewat rekam jejak. Diperlu- kan uji psikologi yang canggih untuk membongkar perilaku seseorang sampai pada kedua jalur itu, lapar perut dan lapar seksual, yaitu tes MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory).

Saya sarankan untuk melengkapi rekam jejak calon pemimpin KPK, panitia seleksi memberlakukan tes MMPI (fasilitas ini tersedia di rumah sakit besar di Jakarta).

TOSMAN, KOTA WISATA SAN FRANSISCO, GUNUNG PUTRI, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 20 Juni 2015, di halaman 7 dengan judul "Surat kepada Redaksi ".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger